Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Agar Haid Tak lagi Menyiksa

We Share Because We care


           
            Haid, tamu yang satu ini memang harus menghampiri dalam setiap bulan sebagian besar wanita.  Ya, karena haid adalah proses fisiologis yang harus terjadi pada setiap wanita normal, sebagai suatu mekanisme untuk mempersiapkan kehamilan. Sesuai definisinya, haid  adalah darah alami yang keluar dari rahim wanita yang sehat, pada waktu-waktu tertentu, dan bukan karena proses persalinan.  Karena itu, suka ataupun tidak, setiap wanita normal akan kedatangan “tamu” bulanan ini.

Disadari atau tidak, haid akan menyebabkan perubahan-perubahan dalam tubuh seorang wanita, baik itu perubahan fisik maupun psikologis, dengan intensitas atau derajat keparahan yang bervariasi, mulai yang ringan sampai yang berat dan mengganggu aktivitas. Beberapa wanita dapat mentolerir perubahan-perubahan fisik dan psikis yang dialami, tetapi sebagian lainnya merasa terganggu bahkan tersiksa dengan “tamu bulanan “ ini.

Apa Saja Perubahan-Perubahan yang Biasanya Dialami Wanita Menjelang Haid?

Sekitar 75% wanita dengan haid yang normal mengalami perubahan emosi dan fisik yang tidak menyenangkan selama haid. Perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang tidak terlalu berat dikenal dengan istilah Pre Menstrual Syndrome (PMS).  PMS terjadi pada 30 – 80% wanita.  Gejala-gejala  PMS yang berkaitan dengan perubahan psikologis adalah : depresi (perasaan tertekan), mudah marah, mudah tersinggung, cemas, menarik diri dari pergaulan, mudah terbawa perasaan (melankolis), dan sulit berkonsentrasi.

Sedangkan beberapa perubahan fisik mencakup: mudah lelah, sulit tidur, nafsu makan meningkat, nyeri tekan pada payudara, timbulnya jerawat, rasa kembung di perut, sakit kepala  atau migraine, nyeri sendi dan otot, serta pembengkakan pada kaki. Sekitar 3 sampai 8 persen wanita mengalami gejala yang jauh lebih berat daripada PMS yang disebut Premenstrual Dysphoric Disorder. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) adalah kondisi somatopsikis yang dipicu oleh perubahan level dari hormon steroid seks yang dihubungkan dengan siklus ovulasi menstruasi. Kondisi ini berlangsung sekitar 1 minggu sebelum terjadinya menstruasi atau haid dan dikarakteristikkan dengan mudah tersinggung (iritabilitas), emosional yang labil, sakit kepala, kecemasan dan depresi. Gejala somatik (fisik) meliputi edema, penambahan berat badan, nyeri di payudara, sinkop (pingsan) dan kesemutan. Meskipun intensitas Pre Menstrual syndrome bervariasi, tetapi pada sebagian besar kasus, gejala PMS  akan menghilang setelah hari ke 4 menstruasi.

Apa Penyebab Pre Menstrual Syndrome?

Penyebab timbulnya gejala-gejala PMS ini tidak diketahui dengan pasti, namun, beberapa faktor diperkirakan berperan dalam kondisi ini, yaitu: adanya fluktuasi (naik turun )kadar hormon- hormon yang berperan dalam proses menstruasi, perubahan kadar substansi kimia di otak terutama serotonin, dan kemungkinan adanya depresi yang mendasari.

Bagaimana Cara Mengatasi PMS?

Seperti yang telah diuraikan di atas, gejala PMS bermacam-macam dengan intensitas yang bervariasi. Oleh karena itu, pada sebagian wanita, PMS tidak memerlukan penanganan, tetapi pada beberapa wanita, PMS perlu ditangani agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan PMS dapat dilakukan mulai dengan perubahan gaya hidup, sampai pemberian obat-obatan. Beberapa tata laksanan PMS, adalah:

1.   Modifikasi diet, seperti:
·     Makan lebih sedikit tetapi sering untuk mengurangi rasa kembung dan rasa penuh di perut
·     Membatasi garam atau makanan-makanan asin untuk mengurangi gejala penimbunan cairan
·     Memilih makanan dengan karbohidrat kompleks yang lebih tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian kaya serat ( whole grain).
·     Mengkonsumsi makanan kaya kalsium, seperti produk-produk susu, atau suplemen kalsium sebesar 1200mg per hari.
·     Menghindari kafein dan alkohol.
·     Mengkonsumsi suplemen yang mengandung Magnesium dengan dosis 360 mg per hari, dan vitamin E dengan dosis 400 IU. Magnesium berguna dalam mengurangi retensi (penyimpanan) air, nyeri payudara, dan rasa kembung, sedangkan vitamin E berguna untuk mengurangi produksi Prostaglandin, suatu substansi yang dapat menimbulkan nyeri pada perut dan payudara.

2.  Melakukan olahraga ringan sampai sedang
·     Merutinkan olahraga selama 30 menit sesering mungkin, dapat meningkatkan vitalitas dan kesehatan, juga mengurangi gejala depresi dan kelelahan. Beberapa jenis olahraga yang dapat dicoba adalah: jalan, berenang, bersepeda, dan olahraga aerobic lainnya.

3.  Mengurangi  stres
·     Tidur yang cukup, beristirahat sebentar dari aktivitas yang melelahkan, dapat mengurangi stress, tarik nafas dalam kemudian lepaskan pelan-pelan dapat membantu mengurangi sakit kepala, kecemasan, dan sulit tidur.
·     Mengisi waktu dengan hal-hal yang dapat menghidupkan hati, meskipun ringan, seperti berdzikir, beristighfar, membaca Al Qur’an tanpa menyentuh secara langsung, memperbanyak do’a, dan menuntut ilmu. Segala amalan yang mendekatkan diri kepada Allah insyaAllah akan sangat bermanfaat dalam mengatasi mood yang naik turun atau rasa depresi, karena Allah berfirman : “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenang” )Ar Ra’d : 28)

4. Menuliskan  gejala- gejala yang  dialami selama beberapa bulan dan faktor pencetus bila ada. Hal ini dapat membantu dalam mencari strategi yang tepat untuk meredakan gejala.

5.  Obat-obatan
Beberapa obat-obatan mungkin perlu diresepkan oleh dokter, apabila gejala PMS sangat mengganggu. Beberapa obat-obatan tersebut adalah: Antidepresan , Obat pereda nyeri,dari golongan NSAIDs, Diuretics, atau obat-obat kontrasepsi hormonal. Obat-obatan ini sebaiknya diminum sejak beberapa hari sebelu menstruasi dimulai.


Memang, PMS adalah gejala yang tidak menyenangkan dan cukup banyak dialami sebagian besar wanita setiap bulannya. Akan tetapi, sebagai wanita kita tidak perlu bersedih atau merasa tersiksa, karena itu adalah fitrah yang Allah berikan kepada kita. Jadi, cukup berikhtiar dalam mengatasinya, berpikir positif, dan isi masa-masa “lemah” ini, dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. InsyaAllah, kita tak lagi tersiksa dengan tamu bulanan kita.

(dr. Liz Marisa A)

Momok Wanita Usia 30-an

We Share Because We care



Apa yang dirasakan seorang wanita ketika menginjak usia 30-an? Tidak bisa selincah dan sekuat dulu, tubuh yang menjadi melar, kulit yang butuh perawatan, atau tulang yang sering terasa sakit? Ya,  ketika memasuki usia 30, setiap orang, terutama wanita, pasti akan merasakan salah satu dari hal-hal yang disebutkan di atas. Perubahan-perubahan tersebut adalah proses yang pasti terjadi sebagai bagian dari proses penuaan. Akan tetapi, beberapa wanita lebih cepat mengalaminya, sementara sebagian yang lain lebih lambat,  tergantung bagaimana kebiasaannya dalam menjaga kesehatan tubuh.

Apa saja yang berubah di usia 30?

            Perubahan yang paling mendasar adalah melambatnya proses metabolisme tubuh. Melambatnya proses metabolisme ini lah yang menjadi sebab beberapa perubahan yang tampak dan dapat dirasakan oleh wanita. Beberapa perubahan yang banyak dirasakan oleh kaum hawa usia ini adalah:
💧Berat badan bertambah
Sebagian besar wanita mungkin akan terkejut melihat timbangan berat badannya yang melonjak dari sebelumnya, dan  tidak berkurang walaupun telah menjalani program diet . Hal ini disebabkan  karena pada usia 30, proses metabolisme tubuh mulai melambat hingga hampir 5 persen setiap 10 tahun. Tubuh membakar 100 kalori lebih sedikit per hari dibandingkan saat masih berusia 25 tahun, dan pembakaran ini akan semakin berkurang hingga 200 kalori ketika menjelang usia 45 tahun.
Melarnya tubuh wanita usia ini  terkadang juga dicetuskan oleh kebiasaan yang buruk dan kurang aktivitas. Hal ini mungkin disebabkan karena sebagian orang yang memasuki usia ini tidak seaktif dulu, telah memiliki pekerjaan yang mapan, sehingga kurang berolahraga, banyak ngemil, dan banyak menghabiskan waktu untuk bersantai, atau sebaliknya, mengalami stress yang bertambah daripada sebelumnya, sehingga melampiaskan dengan banyak makan dan tidur yang mengakibatkan tubuh semakin gemuk.

💧Kulit menjadi tak secerah dan sehalus dulu.
Wanita yang berusia 30 akan mulai mengalami keriput halus di wajah, terutama sekitar bibir dan dahi. Kulit pun biasanya menjadi lebih kering, karena  berkurangnya jumlah kelenjar minyak dalam kulit. Selain itu, beberapa perubahan lain pada kulit yang mungkin tampak adalah: kulit lebih kusam, karena  proses regenerasi kulit tidak secepat sebelumnya, kulit lebih kasar, tumbuh benjolan-benjolah kecil seperti tumor jinak, kulit menjadi kendur, karena berkurangnya elastin pada kulit, kulit lebih transparan, karena epidermis (lapisan terluar ) kulit yang menipis, kulit lebih rapuh, dan mudah memar, karena penipisan dinding pembuluh darah kulit.

💧Pengeroposan tulang (osteoporosis)
Osteoporosis adalah keadaan dimana tulang menjadi keropos dan rapuh. Proses ini  mungkin tidak disadari karena tidak Nampak dari luar. Akan tetapi,  osteoporosis mengancam wanita , ketika memasuki usia 30, dan semakin meningkat risikonya ketika menopause. Penyakit  ini disebabkan karena proses pembentukan sel tulang semakin melambat mulai usia 30- 40 tahun, sedangkan proses pembuangan tulang yang rusak terus berlanjut. Akibatnya adalah tidak seimbangnya tulang yang terbentuk dan tulang yang hilang, sehingga tulang menjadi keropos dan mudah patah.

💧Rentan terhadap beberapa penyakit
Beberapa penyakit juga dapat mendatangi wanita  berusia 30, seperti: kanker payudara, rheumatoid arthritis (radang sendi yang disebabkan proses auto imun), varises vena,  dan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Perubahan-perubahan ini selayaknya menjadi perhatian bagi kita yang telah menginjak usia 30, terutama dalam usaha menjaga kesehatan. Beberapa hal ringan, tetapi sangat bermanfaat sebaiknya dilakukan untuk mempertahankan kesehatan pada usia 30 tahun ke atas.
Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan orang yang berusia 30 ke atas adalah:

  👍  Berolahraga.
Olahraga yang dilakukan sebaiknya yang ringan dan sifatnya aerob, seperti berjalan, jogging, bersepeda, berenang. Olahraga sebaiknya dilakukan sesering mungkin dengan durasi 30 sampai 60 menit (lebih dianjurkan selama 60 menit). Olahraga sangat berguna dalam memperbaiki metabolisme, sehingga mengurangi kelebihan berat badan,  mengaktifkan sel-sel tubuh, termasuk sel tulang, sehingga dapat mencegah osteoporosis, serta membantu meningkatkan aliran darah secara umum, sehingga oksigen dan nutrisi akan mudah sampai ke sel-sel tubuh, termasuk kulit.

  👍 Makan makanan seimbang.
Pada usia ini, wanita hendaknya lebih memperhatikan komposisi makanan yang dikonsumsi. Makanan yang baik pada usia ini adalah yang rendah lemak jenuh, kaya buah-buahan dan sayuran, menghindari makanan cepat saji atau makanan kalengan Lemak jenuh merupakan jenis lemak yang umumnya berasal dari hewan, seperti daging unggas, daging merah, dan produk susu yang kaya lemak. Lemak jenuh  dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL) dalam darah. Untuk membatasi konsumsi lemak jenuh, biasakan memeriksa kadar lemak dalam setiap kemasan makanan (batas konsumsi lemak maksimal untuk wanita adalah 20 gram), memilih daging dan produk susu rendah lemak, serta merubah cara memasak dari menggoreng menjadi memanggang, mengukus, atau merebus.

   👍 Memperbanyak aktivitas dan menghindari pekerjaan yang sifatnya statis.
     Banyak bergerak akan membantu membakar  lemak dalam tubuh.
  
  👍 Merawat kulit dari proses penuaan
Merawat kulit tidak berarti harus pergi ke dokter kulit atau salon kecantikan. Kita dapat melakukan perawatan sederhana di rumah. Beberapa cara dapat dilakukan untuk mencegah kulit dari kerusakan, seperti: menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari,  menggunakan pelembab dan sabun pembersih wajah yang lembut bagi kulit, serta rajin-rajin membersihkan kulit.
  
  👍 Mengkonsumsi  makanan yang kaya kalsium, dan vitamin D untuk mencegah osteoporosis.

  👍Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Beberapa pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya dilakukan adalah: pemeriksaan kesehatan secara umum, termasuk berat badan untuk mencegah kegemukan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, pemeriksaan payudara bagi wanita, dan pemeriksaan pap smear.

Proses penuaan adalah proses yang pasti terjadi, karena itu tidak perlu takut dan khawatir dengan perubahan-perubahan yang akan dialami. Bersyukurlah kepada Allah karena diberi umur yang panjang, juga berusahalah untuk menjaga usia dan kesehatan yang diberikan dengan pola hidup sehat, sehingga kita dapat mengisi sisa umur yang ada dengan lebih optimal dan bermanfaat.

 (dr. Liz Marisa Azizah)

Referensi:

Mudah Sekali Menjauhi Diri Dari Lemak Jenuh, www.alodokter.com
Health in Your 30s, www.healthywomen.org
Umur-umur Rawan Orang Mulai Gemuk, Putro Agus Hernowo, www.detikhealth.com




MAU CANTIK KOK BERISIKO?

We Share Because We care




           Hampir semua wanita menginginkan dirinya tampak cantik. Sayangnya, persepsi cantik yang diyakini sebagian besar wanita adalah kulit wajah yang putih dan mulus. Tidak heran, bila saat ini banyak produk-produk perawatan kulit berupa krim dan lainnya yang menjanjikan hasil berupa kulit putih dan halus seketika sangat laris di pasaran. Sayangnya lagi , banyaknya produk yang beredar tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang kosmetika yang sehat dan aman, sehingga alih-alih membuat cantik, kosmetika yang dipakai justeru menyebabkan masalah kesehatan pada kulit , bahkan  tubuh secara umum.

Kenali fisiologi kulit
        Sebelum kita memilih kosmetika perawatan kulit, ada baiknya kita mengetahui fisiologi kulit, yang telah Allah ciptakan sebagai perlindungan pertama dari berbagai substansi yang membahayakan tubuh. Kulit terdiri dari beberapa lapisan yaitu epidermis, dermis, dan sub kutis. Epidermis sendiri juga terdiri dari beberapa lapisan, salah satunya adalah stratum basale, yang mengandung sel-sel melanosit yang memproduksi pigmen kulit yaitu melanin. Melanin, yang membuat kulit tampak lebih gelap, ternyata memiliki fungsi penting untuk melindungi inti sel-sel kulit dari efek berbahaya sinar UV, sehingga tidak mudah terkena kanker kulit.  

Bagaimana produk pemutih wajah bekerja?
Berbagai macam produk pemutih wajah bekerja dengan beberapa cara, seperti:
·       Proteksi sinar matahari (tabir surya). Paparan sinar matahari menyebabkan kecepatan pembentukan  melanin bertambah, sehingga menggelapkan kulit. Tabir surya melindungi kulit dari sinar matahari sehingga proses ini tidak terjadi.
·       Menghambat aktivitas melanosit
·       Menghambat sintesis melanin, dengan menghambat  enzim tirosinase yang berperan merubah dopa menjadi melanin. Obat yang biasanya digunakan dan mampu menghambat enzim tersebut adalah hidrokuinon, asam kojik, asam azelaik, ekstrak bengkuang, dan arbutin.
·       Toksisitas melanosit selektif dan supresi  melanogenesis non selektif. Obat yang mempunyai efek toksisitas melanosit selektif adalah merkuri, isopropil katekol, dan n-asetil sistein yang menyebabkan kerusakan melanosit, sehingga melanin tidak dapat disintesis. Sedangkan obat yang mempunyai efek supresan pada melanogenesis non selektif yaitu kortikosteroid dan indometasin.
·       Memindahkan melanin. Melanin yang sudah disintesis akan menumpuk dan berkumpul di keratinosit. Beberapa obat pemutih bekerja memindahkan melanin tersebut untuk segera di metabolisme. Obat yang mempunyai aktivitas tersebut adalah asam kloroasetik, solutio jessner, dan asam glikolat.

Waspada  bahan-bahan berbahaya dalam pemutih
       Dari berbagai obat yang digunakan sebagai pemutih wajah tersebut, beberapa diantaranya ternyata diketahui membahayakan bagi pemakainya, baik bagi kulit secara langsung, bahkan bagi kesehatan tubuh secara umum. Zat-zat yang berbaya tersebut adalah:
·    Merkuri
       Merkuri adalah cairan logam perak atau disebut air raksa (hydrargyrum) dan merupakan jenis logam berat. Pada asalnya,  logam berat ini tidak boleh ada dalam tubuh. Pemakaian merkuri pada awalnya memang menjadikan kulit putih dan halus, bahkan dalam waktu yang sangat singkat. Namun, jangan tertipu, karena efek lanjutnya ternyata sangat berbahaya. Efek samping yang ditimbulkan dalam  jangka pendek antara lain kulit terasa panas, perih, kemerahan dan mengelupas. Apabila pemakaian diteruskan, merkuri yang mengendap menyebabkan kulit menjadi rusak, yang awalnya putih mulus akan menjadi biru kehitaman (ookronosis), bahkan dapat memicu timbulnya kanker. Merkuri juga mengganggu kesehatan secara umum, dengan menimbulkan gejala berupa: pusing, disorientasi ruang, mual, tremor (gemetar), susah tidur, gangguan penglihatan, gangguan emosi, depresi, mudah lupa, serta menyebabkan keguguran dan gangguan pertumbuhan janin pada wanita hamil
·    Hidroquinon
          Hidroquinon adalah senyawa kimia yang menghalangi pembentukan melanin dan menghancurkan melanin yang telah ada. Pemakaian hidroquinon masih bersifat kontroversial. Yang jelas, konsentrasi  hidroquinon yang diperbolehkan tidak melebihi  2%, dan dipakai dengan pengawasan dokter. Pemakaian hidroquinon lebih dari 2% dapat menyebabkan iritasi dan rasa terbakar pada kulit. Jika dihentikan, kulit akan kembali seperti semula, bahkan bisa lebih buruk. Efek samping pada pemakaian jangka panjang justru menyebabkan flek hitam dalam kulit yang tidak bisa dihilangkan sehingga  kulit bisa lebih hitam daripada sebelumnya. Rata-rata semua pemutih instan akan menimbulkan efek rebound saat pemakaian dihentikan, yaitu memberikan respon yang berlawanan. Pada awalnya memang terlihat bagus (dalam beberapa hari saja, kulit menjadi lebih mulus, kenyal, dan lebih putih), akan tetapi saat pemakaian dihentikan kulit akan menjadi gelap dan dapat timbul flek-flek atau kulit menjadi merah seperti udang rebus, kasar, bahkan mengelupas seperti kulit ular. Pemakaian jangka panjang hidrokuinon juga diklaim dapat menyebabkan kelainan pada ginjal (nephropathy), kanker darah ( leukemia ) dan kanker hati ( hepatocelluler adonema ).
·    Steroid
Steroid merupakan zat kimia yang kadang ditambahkan pada krim perawatan wajah. Steroid memiliki efek menipiskan kulit sehingga nampak lebih putih dari sebelumnya. Tapi lagi-lagi jangan tertipu, karena Steroid bersifat menekan regenerasi sel, sehingga kulit mejadi mudah teriritasi. Steroid juga tidak dapat digunakan terus menerus karena akan menimbulkan efek samping yang cukup berat yaitu;  atrofi (kulit lisut / menipis), striae atrofise (garis2 seperti stretchmark), telangiectasia (pelebaran kapiler pembuluh darah, tampak seperti urat-urat halus di kulit), purpura (bercak merah speperti gigitan nyamuk namun lebih merah), dermatosis akneiformis (kelainan kulit menyerupai jerawat), hipertrikosis (pertumbuhan rambut / bulu2 di kulit semakin banyak), hipopigmentasi (bercak putih pada kulit), dermatits perioral (peradangan kulit sekitar mulut), dan kulit menjadi rentan terhadap infeksi jamur, bakteri , dan  virus.
Bagaimana mengenali kosmetik yang mengandung zat-zat berbahaya?
         Kita dapat mencurigai suatu produk kosmetik mengandung zat yang berbahaya, apabila:
·    Tidak ada izin BPOM atau lembaga kesehatan
Krim-krim pemutih yang aman pasti akan mencantumkan izin BPOM dan komposisinya. krim-krim  tanpa izin BPOM, perlu dicurigai, bahkan bila diklaim sebagai racikan dokter sekalipun, karena dokter tidak akan memberikan obat dalam bentuk apapun tanpa menyesuaikan kondisi kulit pemakainya.
·    Warna krim mengkilap
Krim biasanya memiliki warna yang menyolok, seperti warna kuning atau putih mengkilap seperti mutiara.. Seringkali pewarna yang digunakan adalah pewarna berbahaya.
·    Tidak tercampur rata dan lengket
Krim pemutih abal-abal biasanya lengket karena dicampur dengan bedak. Selain itu, krim terasa kasar saat dipakai, dan tidak tercampur dalam satu kemasan.
·    Bau menyengat
Krim yang mengandung merkuri akan berbau seperti bau logam, karenanya produsen akan menyamarkannya dengan mencampur parfum yang berbau tajam.
·    Panas dan perih saat dipakai
Ketika memakai kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, kulit akan terasa panas, perih, memerah atau gatal.
·    Kulit merah saat kena matahari
Kulit memiliki perlindungan alami, sehingga tidak akan merah meskipun terkena terik matahari. Bila kulit mulai memerah jika terkena matahari, maka kemungkinan ada lapisan kulit yang rusak.
·    Kulit putih pucat dan tidak alami
Krim pemutih yang aman akan memberikan hasil putih cerah atau putih normal seperti kulit yang jarang terkena sinar matahari. Krim pemutih berbahaya biasanya memberi hasil kulit yang sangat putih seperti kertas hvs, pucat, bahkan keabu-abuan.
·    Hasil sangat cepat
Jika kulit lebih putih dalam waktu hitungan hari atau minggu, itu adalah efek berbahaya merkuri atau hidrokuinon. Apalagi jika kulit tampak halus, bebas jerawat dan pori-pori mengecil.
·    Ketergantungan
Jika pemakaian krim pemutih dihentikan, wajah akan tampak menggelap, sehingga muncul ketergantungan untuk terus memakai krim berbahaya tersebut.

Pilih cara-cara aman dan alami

     Berusaha menjadi cantik memang boleh-boleh saja, apalagi bagi wanita yang  memiliki suami,  tetapi, rajin-rajinlah mencari informasi mengenai cara kerja dan keamanan produk kecantikan Anda. Jangan hanya terpaku pada hasil yang sangat bagus dalam waktu yang sangat singkat, tetapi membahayakan kesehatan.  Lebih baik, pilih cara-cara yang alami dan aman, meskipun hasilnya harus menunggu agak lama, seperti dengan memperbanyak minum air putih, konsumsi buah dan sayur, atau pemakaian tabir surya. Selain itu, banyak beribadah, tersenyum, dan selalu ridho dengan apa yang terjadi  juga akan menguatkan kecantikan Anda  dari dalam. 

Menangani Diare di Rumah

We Share Because We care



Diare, penyakit ini pasti tidak asing lagi bagi semua orang. Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa kebanyakan pernah mengalaminya. Diare, yang didefinisikan sebagai peningkatan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari atau  berkurangnya konsistensi  feses (kotoran) menjadi lebih lembek atau cair, biasanya tidak terlalu berat dan dapat  sembuh sendiri dalam beberapa hari. Meskipun begitu,  gejalanya seringkali mengganggu aktivitas dan menyebabkan penderitanya menjadi lemas. Beberapa gejala diare adalah: buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari , konsistensi feses lunak atau cair, nyeri perut, demam, BAB berdarah, mual, atau muntah.

Seperti yang telah disebutkan di atas, kebanyakan kasus diare sifatnya tidak berat dan dapat sembuh sendiri. Pada diare akut yang tidak terlalu berat, kita dapat mencoba menangani sendiri gejala diare dengan beberapa langkah berikut ini:
·       Mengganti cairan dan elektrolit yang hilang melalui feses, dengan cara minum cairan yang bening, seperti air putih, kaldu, atau jus sesering mungkin. Hindari minuman berkafein dan beralkohol.
·       Apabila gerakan usus membaik yang ditandai dengan berkurangnya frekuensi BAB, dapat ditambahkan makanan setengah padat dan rendah serat secara berangsur angsur, seperti biscuit, roti tawar, nasi lembek, telur, atau ayam.
·       Menghindari beberapa makanan tertentu seperti produk susu, makanan berkadar lemak tinggi, dan makanan berbumbu tajam selama diare masih berlangsung.
·       Beberapa obat anti diare yang dijual bebas dapat dikonsumsi,  seperti  loperemid (Imodium), bismuth, obat obatan yang mengandung kaolin atau pectin. Akan tetapi, penggunaan obat-obatan ini perlu diperhatikan, karena pada beberapa kasus diare yang disebabkan infeksi bakteri dan parasit, obat-obat ini justru  dapat menghambat eliminasi penyebab diare. Selain itu beberapa obat bebas tidak aman untuk anak-anak.
·       Memberikan probiotik. Probiotik meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus yang berguna melawan bakteri atau virus  penyebab diare. Probiotik dapat dikonsumsi dalam bentuk suplemen probiotik, atau dengan mengkonsumsi yoghurt dan keju.
·       Mencegah terjadinya dehidrasi dengan memberikan cairan rehidrasi oral. Ketika frekuensi diare tidak berkurang atau bahkan semakin bertambah, disertai muntah,  atau penderita semakin lemas, maka perlu diberikan cairan rehidrasi oral untuk mencegah dehidrasi. Cairan rehidrasi oral adalah larutan yang mengandung air dan elektrolit yang bertujuan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare. Cairan rehidrasi oral ada yang dapat langsung diminum seperti pedialit atau renalit, atau dalam bentuk garam oralit yang harus dilarutkan dengan segelas air. Masing-masing kemasan memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. 
·       Di Indonesia, jenis CRO yang banyak digunakan adalah oralit. Oralit berbentuk bubuk dan harus dilarutkan dengan segelas air matang yang bersih. Oralit adalah standar larutan rehidrasi oral yang dianjurkan oleh WHO di seluruh dunia. Memberikan oralit, terutama kepada anak bukanlah hal yang mudah, karena oralit memiliki rasa yang kurang enak, selain itu biasanya pasien diare mengalami mual, muntah dan penurunan nafsu makan. Cara memberikan oralit pada anak adalah dengan menyendoki sedikit demi sedikit, setiap kali anak diare. Jangan memaksa memberikan oralit dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat, karena dapat menyebabkan anak marah dan semakin menolak pemberian oralit. Bujuk anak untuk meminum oralit sesering mungkin walaupun hanya sedikit-sedikit. Jumlah oralit yang dianjurkan pada anak kurang dari 2 tahun adalah 50-100cc setiap diare cair, sedangkan pada anak lebih dari dua tahun adalah 100-200cc setiap diare cair. Apabila tidak tersedia oralit kemasan, kita dapat membuat sendiri dengan mencampurkan 1 sendok teh garam, 8 sendok teh gula pasir, dan 1 liter air, untuk mendapatkan 5 gelas larutan oralit.

Kapan pasien diare sebaiknya dibawa ke dokter?
Tidak semua kasus diare dapat ditangani dengan tuntas di rumah. Beberapa kondisi sebaiknya dibawa  ke dokter atau tenaga kesehatan lain untuk mencegah kehilangan cairan berlanjut, yang dapat berakibat fatal. Beberapa kondisi tersebut antara lain: 

Pada pasien dewasa:
ü  Terdapat tanda-tanda dehidrasi seperti haus yang sangat, mulut atau kulit kering, berkurangnya frekuensi buang air kecil, kelelahan yang sangat, pusing, berkunang-kunang, atau air seni berwarna gelap
ü  Nyeri perut yang hebat atau nyeri pada anus
ü  Terdapat darah dalam feses
ü  Demam tinggi lebih dari 39 derajat celcius
ü  Diare kronis (lebih dari 2 minggu)
ü  Diare berat pada wanita hamil
Sedangkan pada anak-anak, kondisi-kondisi yang sebaiknya dibawa ke dokter adalah:
ü  Diare tidak membaik atau bahkan bertambah parah dalam dari 24 jam, terutama pada bayi.
ü  Demam lebih dari 38,5 derajat celcius
ü  Terdapat darah pada feses atau feses berwarna hitam
ü  Mulut kering atau tidak keluar air mata ketika menangis
ü  Sering mengantuk, banyak tidur, dan kurang berespon
ü  Perut cekung, mata cekung, atau pipi cekung
ü  Kulit tidak segera kembali apabila dicubit
ü  Disertai muntah- muntah atau tidak dapat minum atau makan
Apakah bahaya diare?
Salah satu bahaya diare  adalah dehidrasi (kekurangan cairan), terutama pada bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus mengetahui pencegahan dan tanda-tanda dehidrasi. Untuk menilai derajat dehidrasi (kekurangan cairan) dapat digunakan skor WHO dibawah ini:
Yang dinilai
SKOR
1
2
3
Keadaan umum
Baik
Lesu/haus
Gelisah, lemas, mengantuk hingga syok
Mata
Biasa
Cekung
Sangat cekung
Mulut
Biasa
Kering
Sangat kering
Pernapasan
< 30 x/menit
30-40 x/menit
> 40 x/menit
Turgor kulit
Baik
Kurang
Jelek
Nadi
< 120 x/menit
120-140 x/menit
> 140 x/menit
Skor:    6                      : tanpa dehidrasi
            7 – 12              : dehidrasi ringan-sedang
            ≥ 13                 : dehidrasi berat
Dehidrasi yang sedang dan berat dapat menyebabkan gangguan yang serius, berupa hipotensi, tubuh sangat lemas , pingsan, shock, gagal ginjal, asidosis (pH darah menjadi asam), koma, sampai kematian.

Kriteria dehidrasi juga dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel Kriteria Dehidrasi


Mencegah lebih baik daripada mengobati
Meskipun kita telah mengetahui penanganan diare di rumah, alangkah bijaknya apabila kita tetap  berusaha mencegah  timbulnya penyakit ini. Beberapa tindakan mudah dan sederhana, namun penting dan bermanfaat, sebaiknya tidak kita abaikan untuk melindungi diri dan keluarga kita dari diare. Beberapa tindakan tersebut adalah: mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, terutama sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah mencuci bahan makanan mentah, sehabis buang air, setelah mengganti pampers bayi, ketika bersin, atau batuk, menggunakan larutan sanitizer yang mengandung sedikitnya 60% alcohol untuk membersihkan tangan sebagai pengganti air, menyimpan bahan makanan dengan tepat, menyimpan makanan dalam lemari es, sering membersihkan permukaan meja makan atau meja dapur, menutup makanan dan minuman, serta mencuci bersih buah dan sayur.




Artikel Terbaru

Fiqih Muyassar : SUJUD TILAWAH DAN SUJUD SYUKUR

We Share Because We care Ringkasan Materi Kajian Ummahaat dari Kitab Fikih Muyassar Disampaikan oleh Ust. Rizqo, B.A. di Ma’had Madinat...