MAU CANTIK KOK BERISIKO?

We Share Because We care




           Hampir semua wanita menginginkan dirinya tampak cantik. Sayangnya, persepsi cantik yang diyakini sebagian besar wanita adalah kulit wajah yang putih dan mulus. Tidak heran, bila saat ini banyak produk-produk perawatan kulit berupa krim dan lainnya yang menjanjikan hasil berupa kulit putih dan halus seketika sangat laris di pasaran. Sayangnya lagi , banyaknya produk yang beredar tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang kosmetika yang sehat dan aman, sehingga alih-alih membuat cantik, kosmetika yang dipakai justeru menyebabkan masalah kesehatan pada kulit , bahkan  tubuh secara umum.

Kenali fisiologi kulit
        Sebelum kita memilih kosmetika perawatan kulit, ada baiknya kita mengetahui fisiologi kulit, yang telah Allah ciptakan sebagai perlindungan pertama dari berbagai substansi yang membahayakan tubuh. Kulit terdiri dari beberapa lapisan yaitu epidermis, dermis, dan sub kutis. Epidermis sendiri juga terdiri dari beberapa lapisan, salah satunya adalah stratum basale, yang mengandung sel-sel melanosit yang memproduksi pigmen kulit yaitu melanin. Melanin, yang membuat kulit tampak lebih gelap, ternyata memiliki fungsi penting untuk melindungi inti sel-sel kulit dari efek berbahaya sinar UV, sehingga tidak mudah terkena kanker kulit.  

Bagaimana produk pemutih wajah bekerja?
Berbagai macam produk pemutih wajah bekerja dengan beberapa cara, seperti:
·       Proteksi sinar matahari (tabir surya). Paparan sinar matahari menyebabkan kecepatan pembentukan  melanin bertambah, sehingga menggelapkan kulit. Tabir surya melindungi kulit dari sinar matahari sehingga proses ini tidak terjadi.
·       Menghambat aktivitas melanosit
·       Menghambat sintesis melanin, dengan menghambat  enzim tirosinase yang berperan merubah dopa menjadi melanin. Obat yang biasanya digunakan dan mampu menghambat enzim tersebut adalah hidrokuinon, asam kojik, asam azelaik, ekstrak bengkuang, dan arbutin.
·       Toksisitas melanosit selektif dan supresi  melanogenesis non selektif. Obat yang mempunyai efek toksisitas melanosit selektif adalah merkuri, isopropil katekol, dan n-asetil sistein yang menyebabkan kerusakan melanosit, sehingga melanin tidak dapat disintesis. Sedangkan obat yang mempunyai efek supresan pada melanogenesis non selektif yaitu kortikosteroid dan indometasin.
·       Memindahkan melanin. Melanin yang sudah disintesis akan menumpuk dan berkumpul di keratinosit. Beberapa obat pemutih bekerja memindahkan melanin tersebut untuk segera di metabolisme. Obat yang mempunyai aktivitas tersebut adalah asam kloroasetik, solutio jessner, dan asam glikolat.

Waspada  bahan-bahan berbahaya dalam pemutih
       Dari berbagai obat yang digunakan sebagai pemutih wajah tersebut, beberapa diantaranya ternyata diketahui membahayakan bagi pemakainya, baik bagi kulit secara langsung, bahkan bagi kesehatan tubuh secara umum. Zat-zat yang berbaya tersebut adalah:
·    Merkuri
       Merkuri adalah cairan logam perak atau disebut air raksa (hydrargyrum) dan merupakan jenis logam berat. Pada asalnya,  logam berat ini tidak boleh ada dalam tubuh. Pemakaian merkuri pada awalnya memang menjadikan kulit putih dan halus, bahkan dalam waktu yang sangat singkat. Namun, jangan tertipu, karena efek lanjutnya ternyata sangat berbahaya. Efek samping yang ditimbulkan dalam  jangka pendek antara lain kulit terasa panas, perih, kemerahan dan mengelupas. Apabila pemakaian diteruskan, merkuri yang mengendap menyebabkan kulit menjadi rusak, yang awalnya putih mulus akan menjadi biru kehitaman (ookronosis), bahkan dapat memicu timbulnya kanker. Merkuri juga mengganggu kesehatan secara umum, dengan menimbulkan gejala berupa: pusing, disorientasi ruang, mual, tremor (gemetar), susah tidur, gangguan penglihatan, gangguan emosi, depresi, mudah lupa, serta menyebabkan keguguran dan gangguan pertumbuhan janin pada wanita hamil
·    Hidroquinon
          Hidroquinon adalah senyawa kimia yang menghalangi pembentukan melanin dan menghancurkan melanin yang telah ada. Pemakaian hidroquinon masih bersifat kontroversial. Yang jelas, konsentrasi  hidroquinon yang diperbolehkan tidak melebihi  2%, dan dipakai dengan pengawasan dokter. Pemakaian hidroquinon lebih dari 2% dapat menyebabkan iritasi dan rasa terbakar pada kulit. Jika dihentikan, kulit akan kembali seperti semula, bahkan bisa lebih buruk. Efek samping pada pemakaian jangka panjang justru menyebabkan flek hitam dalam kulit yang tidak bisa dihilangkan sehingga  kulit bisa lebih hitam daripada sebelumnya. Rata-rata semua pemutih instan akan menimbulkan efek rebound saat pemakaian dihentikan, yaitu memberikan respon yang berlawanan. Pada awalnya memang terlihat bagus (dalam beberapa hari saja, kulit menjadi lebih mulus, kenyal, dan lebih putih), akan tetapi saat pemakaian dihentikan kulit akan menjadi gelap dan dapat timbul flek-flek atau kulit menjadi merah seperti udang rebus, kasar, bahkan mengelupas seperti kulit ular. Pemakaian jangka panjang hidrokuinon juga diklaim dapat menyebabkan kelainan pada ginjal (nephropathy), kanker darah ( leukemia ) dan kanker hati ( hepatocelluler adonema ).
·    Steroid
Steroid merupakan zat kimia yang kadang ditambahkan pada krim perawatan wajah. Steroid memiliki efek menipiskan kulit sehingga nampak lebih putih dari sebelumnya. Tapi lagi-lagi jangan tertipu, karena Steroid bersifat menekan regenerasi sel, sehingga kulit mejadi mudah teriritasi. Steroid juga tidak dapat digunakan terus menerus karena akan menimbulkan efek samping yang cukup berat yaitu;  atrofi (kulit lisut / menipis), striae atrofise (garis2 seperti stretchmark), telangiectasia (pelebaran kapiler pembuluh darah, tampak seperti urat-urat halus di kulit), purpura (bercak merah speperti gigitan nyamuk namun lebih merah), dermatosis akneiformis (kelainan kulit menyerupai jerawat), hipertrikosis (pertumbuhan rambut / bulu2 di kulit semakin banyak), hipopigmentasi (bercak putih pada kulit), dermatits perioral (peradangan kulit sekitar mulut), dan kulit menjadi rentan terhadap infeksi jamur, bakteri , dan  virus.
Bagaimana mengenali kosmetik yang mengandung zat-zat berbahaya?
         Kita dapat mencurigai suatu produk kosmetik mengandung zat yang berbahaya, apabila:
·    Tidak ada izin BPOM atau lembaga kesehatan
Krim-krim pemutih yang aman pasti akan mencantumkan izin BPOM dan komposisinya. krim-krim  tanpa izin BPOM, perlu dicurigai, bahkan bila diklaim sebagai racikan dokter sekalipun, karena dokter tidak akan memberikan obat dalam bentuk apapun tanpa menyesuaikan kondisi kulit pemakainya.
·    Warna krim mengkilap
Krim biasanya memiliki warna yang menyolok, seperti warna kuning atau putih mengkilap seperti mutiara.. Seringkali pewarna yang digunakan adalah pewarna berbahaya.
·    Tidak tercampur rata dan lengket
Krim pemutih abal-abal biasanya lengket karena dicampur dengan bedak. Selain itu, krim terasa kasar saat dipakai, dan tidak tercampur dalam satu kemasan.
·    Bau menyengat
Krim yang mengandung merkuri akan berbau seperti bau logam, karenanya produsen akan menyamarkannya dengan mencampur parfum yang berbau tajam.
·    Panas dan perih saat dipakai
Ketika memakai kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, kulit akan terasa panas, perih, memerah atau gatal.
·    Kulit merah saat kena matahari
Kulit memiliki perlindungan alami, sehingga tidak akan merah meskipun terkena terik matahari. Bila kulit mulai memerah jika terkena matahari, maka kemungkinan ada lapisan kulit yang rusak.
·    Kulit putih pucat dan tidak alami
Krim pemutih yang aman akan memberikan hasil putih cerah atau putih normal seperti kulit yang jarang terkena sinar matahari. Krim pemutih berbahaya biasanya memberi hasil kulit yang sangat putih seperti kertas hvs, pucat, bahkan keabu-abuan.
·    Hasil sangat cepat
Jika kulit lebih putih dalam waktu hitungan hari atau minggu, itu adalah efek berbahaya merkuri atau hidrokuinon. Apalagi jika kulit tampak halus, bebas jerawat dan pori-pori mengecil.
·    Ketergantungan
Jika pemakaian krim pemutih dihentikan, wajah akan tampak menggelap, sehingga muncul ketergantungan untuk terus memakai krim berbahaya tersebut.

Pilih cara-cara aman dan alami

     Berusaha menjadi cantik memang boleh-boleh saja, apalagi bagi wanita yang  memiliki suami,  tetapi, rajin-rajinlah mencari informasi mengenai cara kerja dan keamanan produk kecantikan Anda. Jangan hanya terpaku pada hasil yang sangat bagus dalam waktu yang sangat singkat, tetapi membahayakan kesehatan.  Lebih baik, pilih cara-cara yang alami dan aman, meskipun hasilnya harus menunggu agak lama, seperti dengan memperbanyak minum air putih, konsumsi buah dan sayur, atau pemakaian tabir surya. Selain itu, banyak beribadah, tersenyum, dan selalu ridho dengan apa yang terjadi  juga akan menguatkan kecantikan Anda  dari dalam. 

1 komentar:

Artikel Terbaru

Fiqih Muyassar : SUJUD TILAWAH DAN SUJUD SYUKUR

We Share Because We care Ringkasan Materi Kajian Ummahaat dari Kitab Fikih Muyassar Disampaikan oleh Ust. Rizqo, B.A. di Ma’had Madinat...